kepada wanita yang berada diujung jalan sana yang entah sedang menunggu siapa.
aku selalu memandangi seorang wanita berwajah timur yang sedang berdiri diujung jalan itu aku selalu memperhatikan setiap gerak gerik yang dia lakukan.dia selalu berada disudut jalan itu ketika fajar memberikan senyuman kepada dunia sampai fajar menutupkan cahayanya entah apa yang dia tunggu dia selalu mengenakan gaun berwarna putih dengan rambut panjangnya yang digerai dan hidungnya yang mancung menghias indah dimukanya.Ingin sekali aku menyapa wanita berwajah timur itu namun aku merasa dia tak ingin ditemani oleh siapapun nyatanya aku tak pernah melihat dia bersama orang lain nyata aku selalu melihat dia hanya dengan boneka beruang yang selalu dia genggamnya.
Seringkali dia melirik kearahku dengan tatapan datar tanpa memberikan sedikitpun senyum dia menatapku kosong menatapku seperti aku ini setan yang menampak didepannya sering kali pula aku mencoba tersenyum kepadanya sering kali juga menatapnya tanpa mempalingkan padanganku ke arah yang lain.
Tuhan wanita ini penuh dengan sejuta misteri,ingin sekali aku bertanya padanya menyapanya memberikan dia segelas air tapi aku tak bisa melakukan itu nyaliku terlalu ciut untuk melakukan hal sekecil itu ! Hingga suatu hari hujan menyapa wanita itu aku melihat dia kedinginan dengan nyali yang kupunya aku menghampirinya
aku bertanya padanya tapi dia hanya menatapku kali ini tatapannya mulai berbeda dia memberikan aku tatapan penuh harapan entah apa maksud dari tatapannya hingga akhirnya dia berbicara :
"tuan aku tau tuan selalu memperhatikan ku dari sudut jalan yang berbeda denganku,aku tau tuan penasaran dan aneh melihat tingkahku yang terus berada disini dari fajar memberikan sambutan kepada dunianya hingga fajar tertidur dan bulan menggantinya ? aku hanyalah seorang istri yang sedang menunggu kedatangan suaminya aku hanyalah seorang istri yang menunggu suaminya datang dari perjalanan berlaayarnya tuan semua orang disini menyebutku sebagain wanita tidak waras mereka mengatakan bahwa suamiku telah meninggal tenggelam dilautan luas sana.tuan salah kah bila seorang istri mengabdi dan berharap suaminya akan kembali meskipun kabar burung mengatakan dia telah pergi ?? salah kan bila aku selalu mengenakan gaun putih berbahan sutra ini ?? tuan aku telah menunggu dia selama berbulan bulan menunggu dia datang membawa sebongkah emas untuk membahagiakanku,tuan bisa kah kau lihat wajah seorang istri yang sedang gelisah yang tak menentu ini ?? apa kah kau bisa membantuku menunggu suamiku disini ?? tuan aku sangat merindukannya aku sangat membutuhkannya tuan apakah anda tau ?? dalam perut ini aku sedang menunggu kedatangan seorang malaikat kecil yang akan membahagiakan keluarga kami seorang malaikat kecil yang akan menjadi penghias hidup kami tuan anda percaya pada seorang istri yang setia kepada suaminya ini ?? anda percaya bahwa suamiku masih hidup ?? dan dia sedang berlayar menuju kembali kerumahnya??? andai kan aku bisa menjadi air disamudra yang diarungi aku akan selalu mejaganya agar kapal yang dia diami tak terkikis oleh ombak,seadainya aku bisa menjadi setapak tanah yang dia arungi aku akan menjaganya agar jalan yang dia lalui tetap aman.Aku adalah seorang istri yang mengabdikan hidupku pada suamiku" dia tersenyum aku terdiam entah mengapa aku merasa ingin menangis mendengar apa yang dia katakan,lalu aku hanya bisa menjawab "aku hanya seorang pengembala yang singgah didesa ini aku hanya sering melihatmu bersedih disini rasanya seorang perempuan cantik sepertimu tak pantas menangis pulanglah dan jangan kembali ketempat ini suamimu akan datang kerumahmu dan dia akan memelukmu aku berjanji dia akan pulang'
wanita timur itu tersenyum hidung mancungnya nampak bening oleh air matanya pipinya basah dengan air matanya.Dengan perlahan dia berjalan dan menghilang dari hadapanku.
1 minggu setelah kejadian itu aku tidak pernah melihat wanitaa timur itu lagi sering kali aku menunggu dia tapi dia tak kunjung datang ketempat itu lagi
sampai suatu hari aku melihat seorang kakek2 duduk ditempat yang biasa digunakan oleh wanita timur itu,aku mencoba menghampiri kakek tua itu saat aku menghampirinya kakek tua itu bangun dari duduknya dan memberikanku selembar kertas tanpa sepatah katapun kakek itu pergi meninggalkanku
aku mebuka lembar kertas itu dan membacanya
"kepada tuan muda yang selalu memperhatikanku :)
engkau seperti fajar yang aku lihat ketika pagi hari sinarmu menembus kedalam mata hatiku,engkau sipengambara yang mengajarkan aku arti dari sebuah keikhlasan engkau sipengambara yang membuat aku tersadar bahwa aku hanyalah seorang istri yang bodoh menunggu suaminya yang telah mati ditengah laut untuk kembali,tatapanmu yang penuh tanya mendorong tatapan harapan dariku hingga aku mampu mengeluarkan apa yang ada dalam pikiranku entah aapa yang aku buat ini,mungkin ini adalah sebuah syair yang aku buat untuk seorang fajar
sebut saja aku dengan panggilan wanita timur,wanita timur yang selalu menangis selama berbulan bulan tanpa pernah tertawa,wanita timur yang terus menunggu disudut sebrang jalan itu kini telah pergi pergi jauh meninggalkan semua yang ada didunianya wanita itu pergi kembali ketempat dimana dia berasal ingat lah engakau wahai tuan pengembara ketika kau melihat suara detingan dari gerja disudut desa sana maka saat itulah aku telah berada disurga dengan suamiku dan hidup dengan tenang dalam ketentraaman tuhan untuk selamanya"
kututup mata ketika aku membacanya syair ini dan sekitika itu detingan jam dari gereja berbunyi selamat tinggal wanita timur engkau adalah lambang dari seorang wanita setia hidungmu rambutmu senyum dari bibir kecilmu adalah simbol dari lambang seorang wanita sejati kau adala seorang wanita yang akan selalu dikenang dan syairmu adalah nada dari seorang bidadari surga yang bahagia SELAMAT TINGGAL WANITA TIMUR SELAMAT JALAN MENUJU SURGA INDAHMU :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar