"apa hanya segini saja perjuanganmu ??" tanyaku sambil menahan air mataku
"aku yakin aku lebih bahagia tanpamu sudahlah jangan menangis ! air matamu itu tak kan membuatku kembali padamu ??!!!" bentaknya
"bukan kah cinta itu berjuang ?? bukan kah cinta itu berkorban ??"
aku ingin menangis bila aku harus menatap wajahnya yang penuh dengan rasa kecewa.
"sudah jangan menangis aku tak benar benar pergi meninggalkanmu" jawabnya sambil memegang tanganku yang dingin karena menahan air mata
"lalu ???" jawab ku singkat sambil menatap matanya
"aku hanya membiarkanmu bebas memilih yang kamu mau,aku hanya ingin kamu terbang mencari yang mampu membahagiakanmu" kata-katanya yang membuat aku tak kuasa menahan air mataku ini aku sebenarnyarnya malu mengis didepannya tapi apa daya aku kuasa menahan ini semua
"bukan kah aku telah memilihmu bukan kah kamu telah membahagia kan ku ?? apa aku tak bisa menjadi yang kamu mau ??"
"kamu perempuan sempurna yang nyaris hanya ada satu didunia ini tapi apa kamu pernah berfikir ? ibuku hanyalah penjual kue ayahku hanyalah seorang supir taksi uang jajan ku pun tak cukup untuk memberi kebahagian padamu cari lah seseorang yang mampu membahagiakanmu"
"apa cinta itu diukur dari uang ?? apa cinta itu karena materi ?? apa cinta itu karena martabaat ??? aku bahagia karena cintamu aku menerima seperti yang ini apa adanya dirimu aku tak pernah menuntut apa - apa darimu" kami berdua terhening kami berdua terdiam aku menangis dia hanya tersenyum sedih aku tak tau apa yang akan dia katakan padaku akh rasanya aku ingin memeluknya dan berkata jangan pergi jangaaaannn pernah pergi
"sudah ku bilang jangan menangis aku tak bisa melihatmu sedih sayang,kamu yang terbaik yang terindah yang pernah kumiliki,bagaimana aku bisa melepaskanmu sepenuhnya jika separuh dari dirku ada padamu" dia menangis sambil memelukku dengan erat aku ingin terus begini bersamanya aku tak peduli bagaimanapun dia
"jadi bagaimana dengan keputusanmu ?? aku sangat mencintaimu ku mohon jangan pernah biarkan aku hidup tanpa adanya dirimu" aku menangis sambil terus memeluknya.
"maafkan aku aku tak mau membiarkanmu dalam kesengsaraan ini bila nanti aku bisa memberikan kebahagian seutuhnya padamu aku akan kembali padamu ingat aku telah menitipkan hatiku pada hatimu simpan itu dan jaga baik baik" dia melepaskan pelukanku ini dan pergi meninggalkanku tanpa sepatah kata apapun lagi.
"SEHARUSNYA KAMU TAU CINTA ITU TAK PERNAH SALAH HANYA SAJA MANUSIA YANG SELALU MENYALAHKAN CINTA,SEHARUSNYA KAMU MEMPERTAHANKAN AKU YANG MENCINTAIMU DENGAN APA ADANYA KARENA TAK SEMUA ORANG MAMPU MENERIMA KEKURANGAN DAN KELEBIHANMU AKU SIAP MENJALANI SUSAH DAN SENANG BERSAMAMU TAPI SEPERTI KAMU TAK MENGHARGAI CINTAKU MENARILAH TERBANGLAH BERSAMA SEMUA CERITA KITA DAN TERTAWALAH KETIKA KAMU MERASA BAHAGIA TAPI JANGAN PERNAH KAMU MENAGIS DALAM KONDISI APAPUN ITU KARENA AKU TAK KAN PERNAH RELA MELIHATMU MENANGIS"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar